Hari
berhari telah kulalui. Entah apa yang aku rasakan sampai detik ini. Akupun
tidak mengerti, bahkan perasaan dan naluri tidak bisa menjawab semua keadaan
yang aku alami saat ini. Wahai Langit Biru yang menyinari indahnya dunia “apa
mungkin aku sudah tidak berdaya untuk menghadapi semua rintangan hidup ini,
apa aku harus menyerah tanpa mencoba, apa aku harus terpuruk saat menangis, apa aku harus mundur tanpa maju, apa aku sudah terjatuh dan tak akan pernah bisa berdiri untuk yang kesekian kalinya”. Apa yang harus kulakukan agar aku bisa bangkit sebagai sosok seseorang wanita yang mempunyai wajah penuh ketegaran, yang bisa menunjukkan jati diriku kepada semua orang yang membanggakan aku sampai detik ini. Mungkinkah aku terlahir sebagai seorang yang lemah agar orang orang bisa mengolok - olok bahkan mengejekku sesuka hati mereka. Aku bukanlah sebuah boneka yang bisa kalian mainkan, aku bukanlah bola yang bisa kalian tendang, aku bukanlah robot yang bisa kalian suruh suruh. Aku hanyalah manusia biasa yang hidup dengan banyak kekurangan. Mungkin mereka tidak bisa merasakan betapa rapuhnya hati ini disaat aku sedang terpuruk, yang mereka lakukan hanya bisa tertawa, senang, bahagia, tanpa menyadari betapa lemahnya tubuh ini untuk tetap berdiri, berusaha untuk membuat sebuah senyuman yang indah. Yang aku pikirkan saat ini hanyalah seseorang yang bisa membuatku bangkit, yang bisa memberi banyak motivasi kepadaku, yang selalu mengerti keadaanku kapanpun dan dimanapun. “ Hope and pray I can still be strong to face the live”.
apa aku harus menyerah tanpa mencoba, apa aku harus terpuruk saat menangis, apa aku harus mundur tanpa maju, apa aku sudah terjatuh dan tak akan pernah bisa berdiri untuk yang kesekian kalinya”. Apa yang harus kulakukan agar aku bisa bangkit sebagai sosok seseorang wanita yang mempunyai wajah penuh ketegaran, yang bisa menunjukkan jati diriku kepada semua orang yang membanggakan aku sampai detik ini. Mungkinkah aku terlahir sebagai seorang yang lemah agar orang orang bisa mengolok - olok bahkan mengejekku sesuka hati mereka. Aku bukanlah sebuah boneka yang bisa kalian mainkan, aku bukanlah bola yang bisa kalian tendang, aku bukanlah robot yang bisa kalian suruh suruh. Aku hanyalah manusia biasa yang hidup dengan banyak kekurangan. Mungkin mereka tidak bisa merasakan betapa rapuhnya hati ini disaat aku sedang terpuruk, yang mereka lakukan hanya bisa tertawa, senang, bahagia, tanpa menyadari betapa lemahnya tubuh ini untuk tetap berdiri, berusaha untuk membuat sebuah senyuman yang indah. Yang aku pikirkan saat ini hanyalah seseorang yang bisa membuatku bangkit, yang bisa memberi banyak motivasi kepadaku, yang selalu mengerti keadaanku kapanpun dan dimanapun. “ Hope and pray I can still be strong to face the live”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar